Minggu, 15 Mei 2011

Bertemu Penjual Berbahasa Indonesia di Wat Arun





Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
img



Menyenangkan sekali kalau kita bisa mengunjungi tempat wisata budaya sekaligus berbelanja. Dua hal ini bisa didapatkan di Wat Arun atau Temple of Dawn, Bangkok. Akhirnya pada hari ketiga ( 13/5/2011 ) di Bangkok, tim Shopping Queen memutuskan untuk mengunjungi tempat ini.

Wat Arun merupakan salah satu bangunan yang menjadi ciri khas kota Bangkok. Candi atau kuil ini terdiri dari satu candi utama dan empat candi kecil di sekelilingnya. Candi utama merupakan candi yang paling tinggi dan terdiri dari tiga tingkat.

Namun sayang pengunjung hanya bisa naik sampai tingkat dua karena tangga menuju tingkat tiga terlalu curam. Desain bangunannya unik dan berbeda dari candi yang ada di Indonesia. Pada dinding batunya terdapat lapisan keramik warna-warni.

Di ujung kedua sisi bangunan candi terdapat museum kecil yang berisi Patung Budha dan filosofinya. Untuk memasuki candi ini kita harus membeli tiket seharga 50 baht atau sekitar Rp 15 ribu. Jika Anda memakai bawahan pendek di atas lutut maka harus menyewa kain untuk menutupi seharga 20 baht.

Setelah puas mengitari candi, Anda dapat berbelanja di sekelilingnya. Terdapat beberapa kios penjual souvenir dan pakaian. Awalnya kami bertanya harga menggunakan bahasa Inggris. Kami pun kaget saat si penjual menjawabnya dengan bahasa Indonesia. Mungkin dia tahu kami orang Indonesia karena sebelumnya saya dan Elizt sempat ngobrol tentang cincin yang dijual di situ. Ternyata memang kebanyakan penjual di situ bisa berbahasa Indonesia meskipun hanya sebatas angka.

Di sisi luar candi juga disewakan busana tradisional Thailand lengkap dengan mahkotanya. Dengan membayar 100 baht atau sekitar Rp 30 ribu, pengunjung bisa 'berpura-pura' menjadi orang Thailand dan berfoto. Namun Hati-hati jika Anda melihat tempat berfoto berupa papan lukisan berbentuk orang berpakaian khas Thailand yang bisa diisi dengan wajah kita, berfoto di situ Anda akan dikenakan biaya sebesar 40 baht. Yang membuat saya kesal adalah tulisan 40 baht itu sengaja dibuat kecil dan diletakkan di bawah papan. Untung saja saya jeli melihatnya.

Dari kuil ini Anda juga dapat menaiki kapal feri menyusuri sungai Chao Phraya. Anda dapat melihat Grand Palace dari tepi sungai. Untuk menaiki feri ini cukup membayar 6 baht atau sekitar Rp 2 ribu saja. Namun Anda harus tahan dengan bau sungainya yang menyengat. Kalau dalm hal ini, ternyata Bangkok sama ya dengan Indonesia.

Candi yang terletak di tepi barat sungai Chao Phraya kawasan Thon Buri ini dapat dicapai dengan menggunakan MRT ke stasiun Hua Lamphong. Dari situ Anda dapat naik tuk-tuk dengan tarif kurang lebih 100 baht atau sekitar Rp 30 ribu.

Senang sekali rasanya kami mengunjungi tempat wisata budaya, apalagi bisa sambil mencicipi jajanan khas Bangkok. Masih banyak lho tempat menarik semacam ini di Bangkok yang belum kami kunjungi. Tenang masih tersisa dua hari lagi, semangattt.

aneh92 16 May, 2011


--
Source: http://aneh92.blogspot.com/2011/05/bertemu-penjual-berbahasa-indonesia-di.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com





0 komentar


GAMBARKAN EKPRESIMU !!!
teks unik | teks ABG | teks terbalik | google translete | om google



:a :b :c :d :e :f :g :h :i :j :k :l :m :n :o :p :q :r :s :t :u :v :w :x :y :z ;a ;b ;c ;d ;e

LAPORKAN !!! jika komentar bermuatan SARA, mencaci maki komentator lain, atapun melakukan SPAM. klik disini

(moderator)


Poskan Komentar

Artikel Terkait



Daftar Isi Blog